Jalan Desa Rusak Bertahun-tahun, Pemdes Sebulu Modern Minta Perhatian Pemerintah

Kamis, 5 Juni 2025 20:30 WITA

Foto: Kepala Desa Sebulu Modern, Joemadin.
Foto: Kepala Desa Sebulu Modern, Joemadin.

Obrolanrakyat.id, Tenggarong – Jalan utama sepanjang 6 kilometer yang menghubungkan wilayah M. Yusuf ke Bloroh di Desa Sebulu Modern, Kutai Kartanegara, hingga kini belum kunjung diperbaiki. Padahal, permohonan perbaikannya sudah diajukan sejak tahun 2020. Kondisi jalan yang kian memburuk membuat warga harus bersabar lebih lama untuk mendapatkan akses infrastruktur yang layak.

Kepala Desa Sebulu Modern, Joemadin, mengatakan bahwa pihaknya telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan jalan tersebut melalui berbagai jalur resmi. Namun, sejauh ini belum ada respon konkret dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.

“Kami sudah berusaha menyampaikan melalui Musrenbangdes, Musrenbang Kecamatan, bahkan menyurati langsung instansi terkait. Tapi hasilnya masih nihil,” ujar Joemadin, Sabtu (5/6/2025).

Menurutnya, jalan yang rusak parah tak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian desa. Para petani kesulitan membawa hasil panen ke pasar, dan akses layanan kesehatan maupun pendidikan pun ikut terganggu.

“Banyak warga mengeluh, terutama saat musim hujan. Jalan berlumpur, kendaraan sulit lewat. Ini bukan soal kenyamanan saja, tapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tuturnya.

Karena jalan utama berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten, pihak desa hanya mampu melakukan perbaikan terbatas pada jalan lingkungan. Joemadin berharap pemerintah daerah mulai menunjukkan komitmen dalam penyelesaian persoalan infrastruktur ini.

“Kami tidak tinggal diam, tapi wewenangnya bukan di tangan desa. Kami sangat berharap ada perhatian lebih dari Pemkab atau Pemprov,” tegasnya.

Selain perbaikan jalan, pemerintah desa juga telah mengusulkan pembangunan gedung serbaguna dan fasilitas olahraga demi mendukung kegiatan masyarakat. Namun dari tiga proposal yang diajukan, hanya satu yang dikabulkan, yaitu pembangunan jembatan di Dusun Antai dengan anggaran Rp500 juta.

“Kami mengapresiasi pembangunan jembatan tersebut, tapi kebutuhan infrastruktur lainnya masih mendesak. Harapannya, tahun depan ada tindak lanjut untuk permintaan kami yang lain,” imbuhnya.

“Desa Sebulu Modern berencana kembali mengajukan usulan perbaikan infrastruktur dalam Musrenbang 2025, dengan harapan ada langkah nyata dari pemerintah daerah untuk merespons kebutuhan warga yang sudah lama tertunda,” imbuhnya lagi sebagai penutup. (Adv/DiskominfoKukar)

Berita Terkait