Obrolan Rakyat, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur di bawah kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman tengah melakukan transformasi besar-besaran pada sektor pendidikan. Fokus utamanya adalah merombak sekolah-sekolah negeri agar tidak lagi memiliki sekat bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar di lingkungan yang paling dekat dengan tempat tinggal mereka.
Selain kebijakan administratif, perhatian besar diberikan pada aspek fisik bangunan sekolah. Bupati menyadari bahwa aksesibilitas adalah kunci utama agar siswa inklusi bisa merasa nyaman dan mandiri saat berada di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, renovasi lingkungan sekolah kini mulai memperhatikan standar akses bagi penyandang disabilitas di seluruh wilayah Kutai Timur.
”Dulu juga bangunan sekolah, saya lupa, bangunan sekolah juga rasanya awal dulu, atau lingkungannya kita bangun lingkungannya agar memungkinkan bagi anak-anak kita,” ujar Ardiansyah Sulaiman saat mengenang awal mula inisiasi perbaikan fasilitas sekolah.
Program ini tidak hanya menyasar sekolah di pusat kota, tetapi juga menjadi mandat bagi sekolah di tingkat kecamatan. Pemerintah daerah ingin menghapus kesan bahwa pendidikan berkualitas bagi anak berkebutuhan khusus hanya tersedia di SLB yang lokasinya seringkali jauh. Dengan menjadikan sekolah negeri sebagai sekolah inklusi, beban jarak dan biaya bagi orang tua dapat ditekan secara signifikan.
Koordinasi lintas sektor pun diperkuat untuk memantau perkembangan sarana prasarana ini. Bupati secara rutin meminta laporan mengenai sekolah-sekolah yang sudah menerapkan standar ramah disabilitas. Hal ini merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Kutai Timur tanpa pengecualian.
”Sekolah inklusi ada di mana-mana sudah, semua sekolah ada sekolah inklusi, makanya ada program inklusi di sekolah negeri itu,” tegas Bupati Ardiansyah mengenai sebaran program yang sudah berjalan saat ini.
Ke depan, pemerintah berencana menambah fasilitas pendukung lainnya seperti alat peraga khusus dan teknologi asisitif di kelas-kelas inklusi. Langkah ini diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar agar lebih efektif bagi siswa dengan berbagai jenis keterbatasan. Komitmen ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah serius dalam mengawal masa depan generasi emas Kutai Timur.
Evaluasi terhadap penggunaan fasilitas ini juga terus dilakukan agar pemeliharaan bangunan tetap terjaga dengan baik. Masyarakat diajak untuk turut serta menjaga fasilitas publik yang telah dibangun agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi pondasi kuat bagi keberhasilan visi pendidikan inklusif ini.
”Kita harapkan mereka yang kita didik nantinya apabila di masing-masing sekolah itu ada anak inklusi, mereka bisa terlayani dengan baik sesuai kebutuhannya,” tutupnya. (Adv)








