Obrolan Rakyat, Sangatta — Pemerintah Kecamatan Kaliorang menegaskan komitmennya untuk mengarahkan pembangunan pendidikan pada penguatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Kebijakan ini ditempuh untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di wilayah Kutai Timur.
Ketersediaan pendidikan dasar hingga menengah pertama di Kaliorang dinilai sudah mencukupi. Namun, minimnya SMK menjadi tantangan karena lulusan SMP harus melanjutkan pendidikan ke luar kecamatan.
Camat Kaliorang, Rusnomo, menilai penguatan SMK merupakan langkah strategis untuk masa depan generasi muda.
“Pendidikan kejuruan adalah pintu masuk bagi anak-anak agar memiliki keterampilan nyata dan siap kerja,” ujarnya.
Pemerintah kecamatan mendorong agar pengembangan SMK tidak hanya menambah jumlah sekolah, tetapi juga menyesuaikan jurusan dengan kebutuhan industri dan potensi wilayah.
Sektor perkebunan, maritim, logistik, serta teknologi terapan menjadi bidang yang dinilai relevan untuk dikembangkan sebagai kompetensi kejuruan bagi siswa.
“Kalau kita ingin menekan pengangguran, maka pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja,” tegas Rusnomo.
Selain penguatan SMK, pemerintah kecamatan juga berkomitmen menjaga mutu pendidikan dasar sebagai fondasi sebelum siswa memasuki pendidikan kejuruan.
Usulan pengembangan SMK akan terus dikomunikasikan kepada pemerintah provinsi sesuai kewenangan pengelolaan pendidikan menengah.
Dengan perencanaan yang terarah, Kaliorang optimistis pendidikan kejuruan mampu mencetak generasi muda yang kompeten, produktif, dan siap bersaing di dunia kerja. (ADV)







