DPMPTSP Kutim Jemput Bola, Informasi Perizinan Kini Menjangkau Wilayah Terpencil

Selasa, 2 Desember 2025 13:23 WITA

Obrolan Rakyat, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menerapkan strategi jemput bola dalam penyebaran informasi perizinan.

Langkah ini ditujukan untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan.

Pendekatan jemput bola dilakukan dengan mendatangi langsung kecamatan dan desa, sekaligus melibatkan perangkat wilayah sebagai mitra penyebaran informasi.

Pemerintah daerah menilai cara ini lebih efektif dibanding menunggu masyarakat datang ke pusat layanan.

Kepala DPMPTSP Kutim, Darsafani, mengatakan bahwa pemerataan informasi merupakan tanggung jawab pemerintah dalam menjamin kesetaraan pelayanan publik.

“Kami tidak ingin perizinan hanya dipahami oleh masyarakat perkotaan. Warga di wilayah terpencil juga harus memiliki pemahaman yang sama,” kata Darsafani.

Melalui kegiatan lapangan, masyarakat diberikan penjelasan mengenai jenis perizinan, persyaratan administrasi, hingga tata cara pengajuan izin secara daring.

Sosialisasi ini juga menjadi sarana dialog untuk menampung kendala yang dihadapi masyarakat.

Selain meningkatkan literasi perizinan, strategi jemput bola dinilai mampu menekan praktik percaloan dan kesalahan administrasi.

Informasi yang disampaikan langsung oleh petugas resmi memberi rasa aman dan kepastian bagi masyarakat.

“Dengan turun langsung ke lapangan, kami bisa memastikan informasi yang diterima masyarakat benar dan sesuai aturan,” jelas Darsafani.

Pemerintah daerah berharap langkah ini mendorong kesadaran hukum masyarakat serta meningkatkan jumlah pelaku usaha yang berizin.

Kepatuhan perizinan diyakini akan memperkuat struktur ekonomi lokal dan meningkatkan kepercayaan investor.

Melalui pola jemput bola yang berkelanjutan, DPMPTSP Kutim menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan perizinan yang adil, mudah diakses, dan merata hingga wilayah paling terpencil. (ADV)

Berita Terkait