Obrolan Rakyat, Sangatta — Kecamatan Kaliorang terus menunjukkan geliat ekonomi berbasis potensi lokal melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) olahan pisang.
Inovasi warga dalam mengolah komoditas lokal dinilai mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Pisang yang selama ini dipasarkan sebagai bahan mentah kini diolah menjadi berbagai produk pangan dengan kemasan dan cita rasa yang lebih variatif.
Langkah tersebut membuat produk UMKM Kaliorang memiliki daya tarik tersendiri di pasar lokal.
Camat Kaliorang, Rusnomo, menilai kreativitas masyarakat menjadi fondasi utama penguatan ekonomi.
“Masyarakat Kaliorang mampu mengolah potensi sederhana menjadi sumber penghasilan yang bernilai,” ujarnya.
Pengembangan UMKM olahan pisang memberikan dampak langsung terhadap ketahanan ekonomi rumah tangga.
Bagi pelaku usaha kecil, kegiatan produksi menjadi sumber pendapatan tambahan yang relatif stabil.
Selain pelaku UMKM, petani pisang juga merasakan manfaat dari meningkatnya permintaan bahan baku.
Rantai usaha antara sektor pertanian dan pengolahan pangan pun terbentuk secara alami dan saling menguatkan.
Rusnomo menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci agar potensi lokal tidak berhenti pada komoditas mentah.
“Kreativitas adalah jalan agar produk lokal memiliki nilai tambah dan daya saing,” katanya.
Pemerintah kecamatan terus mendorong penguatan kapasitas UMKM melalui pendampingan usaha dan pembinaan berkelanjutan.
Selain produksi, perhatian juga diarahkan pada aspek pemasaran agar produk mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Kecamatan Kaliorang optimistis UMKM olahan pisang akan menjadi pilar ekonomi lokal yang berkelanjutan. (ADV)







