Pemerataan Energi Dipercepat, 15 Desa di Kutim Ditargetkan Nikmati Listrik PLN Awal 2026

Minggu, 30 November 2025 11:01 WITA

Obrolan Rakyat, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mempercepat pemerataan akses energi listrik bagi masyarakat dengan menargetkan 15 desa yang selama ini belum teraliri jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dapat menikmati listrik pada awal tahun 2026.

Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan dasar dan pembangunan wilayah terpencil.

Langkah percepatan tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif antara Pemkab Kutim, PLN, serta pemerintah kecamatan dan desa.

Penyediaan listrik dinilai krusial untuk mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa penyambungan listrik untuk desa-desa prioritas telah masuk dalam agenda strategis daerah.

“PLN telah menyampaikan target penyambungan pada Januari hingga Februari 2026 dan pemerintah daerah memastikan seluruh persiapan administratif serta teknis berjalan tepat waktu,” ujar Ardiansyah.

Berdasarkan data terbaru, terdapat 15 desa yang masih belum terjangkau jaringan listrik PLN akibat kendala geografis dan keterbatasan infrastruktur.

Pemerintah daerah menilai keakuratan data menjadi kunci agar intervensi pembangunan tidak meleset dari kebutuhan riil di lapangan.

Sebagian desa prioritas berada di wilayah pesisir dan perbukitan dengan akses transportasi terbatas. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan jaringan kelistrikan, namun tidak mengurangi komitmen pemerintah untuk menuntaskan pemerataan energi.

Ardiansyah menekankan bahwa penyediaan listrik merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara adil.

“Dengan listrik, desa bisa berkembang lebih cepat dan masyarakat memiliki peluang yang sama untuk maju,” tegasnya.

Sambil menunggu masuknya jaringan PLN, Pemkab Kutim telah menyiapkan solusi sementara berupa pemanfaatan energi terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa desa terpencil.

Pemerintah daerah berharap target penyambungan listrik pada awal 2026 dapat direalisasikan sesuai rencana, sehingga tidak ada lagi wilayah di Kutai Timur yang tertinggal dalam akses energi.(ADV)

Berita Terkait