Obrolan Rakyat, Sangatta — Kecamatan Kaliorang menempatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen utama dalam memperkuat pelayanan kesehatan anak.
Program ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai upaya pencegahan dini terhadap permasalahan gizi.
Pelaksanaan MBG dilakukan secara rutin dengan pelayanan harian di desa-desa yang telah ditetapkan.
Anak-anak penerima manfaat memperoleh makanan sehat yang disiapkan sesuai standar gizi, disertai pengawasan langsung dari kader kesehatan.
Camat Kaliorang, Rusnomo, menilai MBG sebagai langkah strategis dalam membangun kualitas generasi muda.
“Pemberian gizi harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan agar dampaknya benar-benar terasa,” ujarnya.
Program ini dijalankan dengan konsep layanan terpusat berbasis lingkungan, memanfaatkan rumah warga yang disiapkan khusus sebagai dapur dan ruang makan anak.
Model ini memungkinkan pelayanan berjalan tepat waktu dan efisien.
Selain aspek konsumsi, pemantauan tumbuh kembang anak menjadi bagian penting dari MBG. Kader desa mencatat perkembangan anak secara berkala untuk mendeteksi potensi masalah gizi sejak awal.
Rusnomo menegaskan bahwa MBG merupakan fondasi kesehatan jangka panjang.
“Kami ingin memastikan anak-anak Kaliorang tumbuh sehat, aktif, dan siap belajar tanpa terganggu masalah gizi,” tegasnya.
Pemerintah kecamatan memastikan keberlanjutan program melalui pengawasan menu, kebersihan, dan pendampingan teknis kepada pelaksana di lapangan.
Sinergi dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi layanan.
Dengan menjadikan MBG sebagai garda depan pelayanan gizi, Kecamatan Kaliorang optimistis mampu menekan risiko gangguan kesehatan anak dan membangun generasi yang lebih kuat secara fisik dan mental.(ADV)







