Tidak Ada Anak Tertinggal, SD 016 Sangatta Utara Terapkan Sistem Pembelajaran Inklusif Sejak 2024–2025

Kamis, 20 November 2025 05:13 WITA

Obrolan Rakyat, Sangatta – SD 016 Sangatta Utara menegaskan bahwa tidak boleh ada anak tertinggal dalam proses pendidikan melalui penerapan sistem pembelajaran inklusif yang efektif sejak tahun ajaran 2024–2025.

Pembelajaran inklusif dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang merata tanpa memisahkan anak berdasarkan kemampuan atau kondisi khusus.

Sekolah memastikan seluruh siswa mendapatkan perhatian proporsional sesuai karakteristik masing-masing.

Kepala sekolah, Tuty Widayati, menerangkan bahwa inklusi merupakan fondasi agar tidak ada anak yang tertinggal dalam penerimaan hak pendidikan.

“Kami ingin memastikan semua anak memperoleh kesempatan yang sama dengan pembelajaran inklusif, tidak boleh ada anak yang tercecer dari proses pendidikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penting bagi sekolah untuk tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada perkembangan emosional dan sosial siswa ABK agar mereka dapat tumbuh bersama teman-teman seusianya.

Dalam penerapannya, siswa ABK mendapat perhatian khusus melalui kurikulum adaptif yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak.

Pengalaman guru dalam menangani ABK menjadi kekuatan sekolah dalam memastikan efektivitas pembelajaran inklusif.

“Guru yang telah berpengalaman dalam mendampingi ABK membantu memastikan peningkatan setiap anak dapat terpantau secara konsisten,” jelasnya.

Sekolah juga melakukan kolaborasi erat dengan orang tua untuk memantau perkembangan siswa, baik di rumah maupun di sekolah, demi menjaga kesinambungan proses pendidikan anak.

Dengan penerapan pembelajaran inklusif, SD 016 Sangatta Utara berharap seluruh siswa dapat tumbuh berkualitas tanpa meninggalkan siapa pun di belakang.

Sekolah menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan sejati adalah ketika semua anak dapat berkembang bersama.(ADV)

Berita Terkait