Luncurkan Sekolah Rakyat, Harapan Baru untuk Anak Putus Sekolah di Samarinda

Selasa, 20 Mei 2025 19:59 WITA

Mohammad Novan Syahronny Pasie.
Mohammad Novan Syahronny Pasie.

Obrolanrakyat.id, Samarinda – Inisiatif terbaru untuk mengatasi permasalahan anak putus sekolah di Samarinda mulai dijalankan melalui program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat,tepatnya melalui  Kementerian Sosial RI.

Program yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem ini diharapkan mampu memberikan akses pendidikan yang lebih mudah dan layak, sekaligus mengurangi angka putus sekolah yang selama ini masih menjadi tantangan serius di wilayah ini.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronie, menyatakan bahwa program ini merupakan terobosan penting untuk menolong langsung mereka yang paling membutuhkan.

“Pendidikan adalah kunci keluar dari kemiskinan. Ini sangat menyentuh masyarakat,” ujar Novan saat ditemui di Samarinda belum lama ini.

Menurutnya, program Sekolah Rakyat memang dirancang khusus untuk menjangkau anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling sulit yang selama ini terhalang oleh berbagai kendala agar bisa bersekolah formal.

“Fokusnya jelas, untuk mereka yang benar-benar membutuhkan. Anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, yang selama ini sulit menjangkau pendidikan, akan mendapatkan kesempatan yang layak,” tambahnya menjelaskan harapan besar program ini.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, data calon peserta program didapatkan langsung dari Dinas Sosial yang memang mengelola data kemiskinan ekstrem, bukan dari Dinas Pendidikan seperti biasanya.

“Mereka yang masuk dalam data kemiskinan ekstrem dan tidak sekolah, itulah yang akan difasilitasi,” ungkap Novan dengan tegas, menegaskan pentingnya ketepatan sasaran program.

Meski saat ini pembangunan fasilitas fisik Sekolah Rakyat belum rampung, pemerintah kota telah mempersiapkan langkah awal dengan meminjam lokasi sementara di kawasan Samarinda Seberang melalui kerja sama dengan Yayasan Melati.

Pembelajaran di lokasi sementara ini direncanakan dimulai pada tahun ajaran baru nanti, dengan kapasitas maksimal hingga 100 siswa yang berusia setara pelajar SMP dan SMA.

Novan menambahkan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya soal ruang belajar, tapi juga diharapkan menjadi solusi praktis menekan angka anak putus sekolah yang selama ini menghambat perkembangan sumber daya manusia di Samarinda.

“Kita ingin memastikan semua anak punya kesempatan meraih pendidikan tanpa harus terhalang faktor ekonomi,” jelasnya, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

Diharapkan, dengan dukungan pemerintah provinsi dan daerah, Sekolah Rakyat bisa menjadi model yang efektif dan berkelanjutan dalam memerangi ketimpangan akses pendidikan di wilayah ini.

Program ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat yang selama ini mengkhawatirkan masa depan anak-anak mereka yang belum mendapatkan akses sekolah yang memadai.

Dengan langkah nyata ini, Samarinda berharap dapat mengubah paradigma pendidikan yang inklusif, mengangkat anak-anak yang selama ini terpinggirkan dan memberikan mereka peluang untuk meraih masa depan yang lebih cerah. (Adv)

Berita Terkait