Obrolan Rakyat, Sangatta — Jelajah Alam Sangatta (JELAS) ke-7 Tahun 2025 menyuguhkan tantangan berat bagi ribuan rider yang ambil bagian.
Kombinasi jalur ekstrem dan hujan deras menjadikan event ini sebagai ujian nyata ketangguhan fisik dan mental peserta.
Lintasan berlumpur dengan kontur tanah liat licin menjadi ciri khas rute JELAS tahun ini. Tanjakan panjang, turunan tajam, serta jalur sempit di kawasan hutan memaksa rider mengerahkan teknik dan konsentrasi maksimal.
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menilai kondisi tersebut justru menjadi daya tarik utama JELAS.
“Justru di jalur berat seperti inilah karakter dan mental rider benar-benar diuji,” ungkapnya.
Meski dikenal sebagai ajang ekstrem, panitia tetap mengedepankan aspek keselamatan. Rambu peringatan, marshal lintasan, serta tim medis disiagakan di sejumlah titik strategis.
Sejumlah peserta mengakui bahwa kondisi cuaca menjadi tantangan terbesar. Namun, hal tersebut dianggap sebagai bagian dari sensasi dan ciri khas event trail adventure.
“Keberanian harus dibarengi perhitungan. Jangan memaksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan tapi semua rider saya yakin sudah tangguh dan mempersiapkan segalanya,” katanya.
Selain menguji kemampuan rider, JELAS juga memberi pengalaman petualangan yang berbeda. Banyak peserta mengaku menikmati keindahan alam Sangatta meski harus berjibaku dengan lumpur dan hujan.
Dengan karakter lintasan yang konsisten menantang, JELAS 2025 kembali membuktikan diri sebagai event yang tidak hanya menguji mesin, tetapi juga mental dan sportivitas para rider. (ADV)







