Ekonomi Rakyat Tetap Dijaga, Pemkab Kutim Pastikan Program UMKM Berkelanjutan

Minggu, 23 November 2025 12:45 WITA

Obrolan Rakyat, Sangatta – Festival Pesona Budaya 2025 resmi ditutup pada Minggu malam (23/11/2025) dan meninggalkan kesan kuat sebagai ajang konsolidasi identitas budaya masyarakat Kutai Timur (Kutim).

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan lintas budaya yang hidup dan inklusif.

Berbagai komunitas seni dari pesisir, pedalaman, hingga paguyuban Nusantara yang bermukim di Kutim tampil bergantian, memperlihatkan kekayaan ekspresi budaya yang tumbuh harmonis di daerah ini.

Festival tersebut sekaligus memperlihatkan wajah Kutim sebagai daerah multikultural yang dinamis.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa festival budaya merupakan instrumen penting dalam menjaga identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

“Festival ini bukan hanya pertunjukan seni, tetapi ruang membangun kesadaran kolektif tentang siapa kita sebagai masyarakat Kutai Timur,” ujar Ardiansyah.

Ia menilai modernisasi harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian budaya agar nilai-nilai lokal tidak tergerus oleh arus globalisasi.

Pemerintah daerah, menurutnya, berkewajiban menyediakan ruang agar budaya terus tumbuh dan diwariskan.

Ragam pertunjukan seperti tari tradisional, musik etnik, teatrikal budaya, hingga pawai kostum adat menjadi bukti bahwa budaya lokal masih hidup dan relevan.

Setiap penampilan menyampaikan pesan tentang sejarah, nilai, dan kearifan masyarakat Kutim.

Pada malam penutupan, penampilan Tarsul Kutai dipilih sebagai simbol peneguhan budaya lokal.

“Budaya bukan hanya untuk ditampilkan, tetapi harus dirawat dan dijaga sebagai warisan bersama,” tegas Ardiansyah.

Selain aspek budaya, festival ini juga memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk kuliner dan kerajinan, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan festival budaya sebagai agenda berkelanjutan yang tidak hanya merawat seni tradisi, tetapi juga memperkuat identitas daerah.

Festival Pesona Budaya 2025 menegaskan bahwa Kutai Timur membangun masa depan dengan berpijak pada kekuatan budaya dan keberagaman sosialnya. (ADV)

Berita Terkait