Kesadaran Masyarakat Masih Rendah, PUPR Kutim Tingkatkan Edukasi Tatakelola Ruang Publik di Folder

Rabu, 12 November 2025 13:55 WITA

Obrolan Rakyat, Sangatta – Pemerintah Kutai Timur menilai bahwa salah satu tantangan utama dalam penataan Folder Ilham Maulana adalah rendahnya kesadaran masyarakat terkait tata kelola ruang publik.

Banyak warga yang memanfaatkan area folder tanpa aturan, mulai dari memancing sembarangan hingga membuang sampah.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, mengatakan bahwa edukasi publik menjadi bagian penting dalam penataan kawasan.

“Selain penataan fisik, kita juga harus benahi perilaku. Kalau tidak, fasilitas sebagus apa pun tetap akan rusak,” ucapnya.

Joni menuturkan bahwa pihaknya akan melaksanakan kampanye edukasi berkelanjutan setelah UPTD terbentuk.

Edukasi dilakukan melalui papan informasi, sosialisasi komunitas, hingga pendekatan ke sekolah-sekolah di Sangatta.

Salah satu persoalan terbesar adalah aktivitas yang tidak sesuai zona, masyarakat sering memanfaatkan area hijau sebagai tempat parkir, atau memancing di titik yang mengganggu fungsi teknis folder.

Hal itu menyebabkan kerusakan lingkungan dan penurunan nilai estetika, pemerintah juga menyoroti tindakan vandalisme yang sering terjadi, terutama pada jalur jogging dan fasilitas taman.

Tanpa pengawasan rutin, kerusakan kecil dengan cepat berubah menjadi kerusakan besar.

Edukasi publik juga akan menekankan pentingnya peran folder dalam pengendalian air, Joni menilai bahwa banyak warga yang belum memahami bahwa folder bukan hanya taman, tetapi infrastruktur strategis yang mempengaruhi keselamatan kota.

Untuk mendukung edukasi, PUPR akan memasang rambu larangan, papan informasi fungsi hidrologi, dan zona aktivitas masyarakat. Semua dibuat dengan bahasa yang mudah dipahami.

Joni berharap perubahan perilaku masyarakat dapat memperpanjang usia fasilitas dan menjaga folder tetap tertib.

“Kalau masyarakat ikut menjaga, folder ini bisa jadi ruang publik terbaik di Kutim,” katanya.

Melalui peningkatan edukasi publik, Pemerintah Kutai Timur ingin membangun budaya baru dalam memanfaatkan ruang publik lebih tertib, lebih sadar, dan lebih bertanggung jawab.(ADV)

Berita Terkait