Pendampingan Berjenjang Jadi Strategi Kutim Tekan Stunting dari Hulu ke Hilir

Sabtu, 29 November 2025 12:26 WITA

Obrolan Rakyat, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memperkuat upaya penurunan stunting melalui penerapan pola pendampingan berjenjang yang dimulai sejak usia remaja hingga masa tumbuh kembang balita.

Strategi ini dirancang sebagai pendekatan jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Pendampingan dilakukan secara terstruktur pada setiap fase kehidupan, mulai dari remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak usia di bawah lima tahun.

Pemerintah daerah menilai pendekatan komprehensif ini lebih efektif dibandingkan intervensi yang hanya berfokus pada balita.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur, Sumarno, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum anak lahir.

“Upaya pencegahan tidak bisa menunggu setelah anak lahir. Fondasinya harus dibangun sejak remaja agar kesiapan gizi dan kesehatan reproduksi terjaga,” ujar Sumarno.

Pada fase remaja, intervensi difokuskan pada pencegahan anemia melalui edukasi gizi, kesehatan reproduksi, serta pemberian tablet tambah darah.

Memasuki masa kehamilan, pemerintah memperkuat pemantauan kesehatan ibu dan janin melalui pemeriksaan rutin, edukasi nutrisi, serta pendampingan oleh tenaga kesehatan.

Kualitas asupan gizi menjadi perhatian utama untuk mencegah risiko bayi lahir dengan kondisi rentan.

“Stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak anak. Karena itu pemantauan harus konsisten hingga usia lima tahun,” tegas Sumarno.

Pada tahap pascamelahirkan, pendampingan diarahkan pada keberhasilan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, edukasi makanan pendamping ASI (MPASI), serta pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala.

Strategi ini melibatkan lintas sektor, termasuk Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), kader pos pelayanan terpadu (Posyandu), serta pemerintah desa agar intervensi berjalan merata hingga tingkat keluarga.

Pemkab Kutim optimistis pola pendampingan berjenjang ini mampu menekan angka stunting secara berkelanjutan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah di masa depan. (ADV)

Berita Terkait